RSS

Rabu, 18 November 2009

Koma dan Titik: Part 2

Tadi malam, aku sempat berpikir sejenak sebelum tidur, sebenarnya hidup itu simple. Hidup adalah representasi dari dua hal saja. Kalau boleh aku mengidentikkannya dengan tanda baca, maka tanda baca yang paling cocok buat mewakili hidup adalah koma dan titik. Koma adalah representasi dari sesuatu yg bisa kita usahakan dan titik adalah represetasi dari apa yang tidak bisa kita usahakan, hanya kita serahkan pada Tuhan.

Hidup ini punya kita. Kitalah sang sutradaranya, kita penulis skenarionya, kita pemainnya dan kita yang akan menentukan endingnya. Itu koma. Tuhan memberikan kita wewenang penuh atas apa yang boleh kita usahakan. Namun kadang hidup itu adalah titik. Kita merasa sudah melakoni peran yang diberikan dengan sebaik2nya, tapi pada akhirnya kita harus tunduk atas apa yang disebut sebagai ketetapan takdir yang sudah IA tuliskan sejak lama skenarionya.


Well, whatever the life is, koma kah dia, atau titik kah dia, aku percaya ini adalah bukti kearifan Tuhan. Kadang kita diberikan harapan, kadang kita hanya disuruh menyerahkan segala urusan kepada-Nya. Dia Tuhan, kita hanya Manusia. Dia tahu apa yang terbaik dan tidak baik untuk kita.... Wallahualam bis Shawab.

0 komentar: