RSS
Tampilkan postingan dengan label Serba Serbi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Serba Serbi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 01 Desember 2009

Pasangan Jiwa

Pasangan Jiwa, Adakah ? ....

....Kadangkala aku berkhayal seorang di ujung sana juga tengah menanti tiba saatnya. Begitu ingin , berbagi batin, mengarungi hari, yang berwarna, dimana dia pasangan jiwaku? ku mengejar bayangan, kian menghilang, penuh berharap... (Katon Bagaskara)

Bait-bait lagu "Pasangan Jiwa" yang cukup melankolis tadi, agaknya cukup disukai para lajang yang belum beruntung menemukan pasangan yang "pas". Dalam batin mereka acap bertanya-tanya: Siapakah seseorang diantara milyaran manusia di bumi ini yang kelak akan hidup bersamanya? Dimanakah seseorang itu berada? Kapankah ia akan menemuinya?

Sayangnya, ketika sudah mendapatkan seseorang pun, para lajang ini terkadang malas membuat komitmen. Alasannya, mereka belum yakin seratus persen bahwa pasangan yang bersamanya saat ini adalah seseorang yang tepat untuknya. Sebagian, bahkan merasakan seolah masih ada seseorang yang lebih tepat untuknya "melayang-layang" di luar sana. Hanya saja ia belum menemukannya. Tapi, sampai kapan..?

Begitukah friends? Benarkah ada yang disebut dengan soul mates, "pasangan jiwa" bagi tiap manusia di muka bumi ini? Apakah Anda percaya dengan apa yang disebut pasangan jiwa? Atau bisakah kita memiliki pasangan jiwa lebih dari satu di dunia ini? (Banyak pertanyaan ya�)

Sejumlah pakar kejiwaan percaya bahwa di dunia memang terdapat hubungan antara dua pasangan jiwa, dua jiwa yang ditakdirkan menyatu dengan kuat satu sama lain sepanjang waktu. Konon, dengan kehadiran pasangan jiwa ini, Anda akan merasakan benar-benar dicintai, benar-benar aman dan benar-benar dipahami.

Lantas bagaimana Anda mengetahuinya? Sejumlah teman mengatakan, "Ya pokoknya terjadi begitu saja, Kita tahu hanya dengan melihatnya. Dengan menggunakan perasaan." Tapi, perasaan macam apa? Psikolog Barbara De Angelis menggambarkan bahwa ketika Anda berjumpa pasangan jiwa Anda, Anda akan merasakan seolah-olah Anda ingin selalu bersamanya, tidak hanya hanya dalam kehidupan di dunia ini, tapi untuk selamanya. (dahsyat ya�).

Pertemuan tersebut, akan begitu saja memadamkan api kerinduan yang lama terkurung dalam hati Anda, sampai Anda berhasil bertemu satu sama lain. Suatu kerinduan istimewa yang tidak akan mampu dipuaskan oleh hubungan yang biasa mana pun juga.

"Untuk setiap saat, setiap menit waktu yang Anda luangkan bersamanya, Anda akan merasakan seolah "pulang ke rumah"" katanya.

Bagaimana kalau Anda tidak merasakannya?

Jawabannya ada pada hasil riset. Penelitian terbaru mengatakan: Andaikan Anda belum menemukan seseorang yang begitu sempurna yang bisa disebut sebagai pasangan jiwa, Anda masih dapat berkeyakinan menemukan seseorang.

Bagaimana caranya? Dengan berusaha tentu saja. Laki-laki dan perempuan, sebaiknya mengembangkan perasaan bahwa pasangan mereka pada dasarnya adalah gambaran diri, hakekat jiwa mereka sendiri, dan lebih memfokuskan hubungan pada kesamaan yang ada ketimbang perbedaan. "Dengan menerima seseorang sebagai diri Anda, seseorang yang akrab dengan Anda. Perasaan bahwa Anda memiliki spirit yang sama, pokoknya seseorang yang mirip dengan Anda-lah, dengan begitu Anda akan mengetahui dan memahami mereka sebagaimana dia adanya," kata Sandra L Muray, peneliti dari the State University of New York .

Tentunya, dengan memahami orang lain seperti Anda memahami diri sendiri, membuat Anda memahami pula segala kekurangannya. Seperti halnya Anda memaklumi kekurangan diri sendiri. Perkawinan-perkawinan abadi seringkali masuk kategori ini. Khususnya perkawinan yang menyisakan rasa damai dan kebahagiaan pada akhir kisahnya.

Dikatakan Barbara, hubungan kasih sayang yang berkaitan dengan pasangan jiwa ini tidak selalu diisi dengan hubungan emosional yang spontan, bergairah, dan mendebarkan sepanjang waktu. Kadang kita tidak menemukan pasangan yang tepat dengan begitu saja. Diperlukan sedikit usaha agar pasangan jiwa ini menuju tingkat saling mencari kecocokan dan memahami satu sama lain, sehingga tercipta hubungan yang kokoh.

Apakah selalu berupa hubungan yang abadi ?

Konon tidak ada satu hal pun di dunia ini yang terjadi secara kebetulan, kadangkala dua orang terseret jauh dalam masalah-masalah kehidupan ini secara bersama-sama. Menurut Barbara, setiap hubungan yang terjadi antar manusia pasti memiliki tujuan tertentu. Maka, bukan kebetulan pula bahwa dua orang tertentu terlibat dalam suatu hubungan kasih sayang.

Masing-masing orang di dunia ini, menurutnya, akan menemukan pasangan jiwanya sendiri-sendiri. Bisa dengan cara yang cukup mudah, namun kadangkala harus melalui peristiwa yang sangat dramatis dan mendebarkan.

Bisa saja seseorang memiliki pasangan jiwa lebih dari satu, sebab tidak selalu hubungan kasih sayang itu berlangsung selamanya. Satu hal yang pasti, apakah hubungan itu hanya berlangsung selama satu minggu, apakah pasangan tersebut hanya hidup bersama selama satu tahun, atau limapuluh tahun? Tujuannya tetap sama mereka menjadi manusia, menjadi pasangan jiwa yang saling menyayangi pada masanya.

Mereka kadang datang sebagai sahabat, sebagai kekasih. Orang yang datang dalam kehidupan Anda tepat ketika Anda membutuhkan kasih sayang. Bisa saja ia hanya mampir sebentar menemui Anda, dan kemudian bergerak terus untuk menemui seseorang yang lebih tepat dan cocok dengannya. Demikian juga Anda. Namun, setiap pasangan yang saling menyayangi �entah itu akan abadi atau tidak- pada dasarnya adalah pasangan jiwa. Bagaimana dengan pasangan jiwa yang abadi?

Beberapa ajaran agama mengatakan bahwa setiap manusia bisa memiliki beberapa pasangan jiwa yang abadi. Sementara ajaran-ajaran lainnya, mengatakan bahwa hanya ada satu pasangan jiwa abadi dalam diri setiap pasangan, selama hidupnya.

Yah, apapun yang mereka katakan, kalau saat ini Anda sudah bertemu pasangan jiwa Anda, sebaiknya Anda tidak usah peduli apakah ada jiwa lainnya yang melayang-layang di alam semesta ini menanti saatnya bertemu. Yang paling penting bagi Anda adalah berikanlah kasih sayang pada pasangan Anda, tanpa syarat. "Kalau engkau begini, maka aku akan menyayangimu," itu bukanlah kasih sayang.

Kasih sayang, menurut penulis Andrew Matthews berarti menerima orang lain apa adanya. Menyayangi dengan mencari kebaikan dalam dirinya. Dan jika Anda bisa melakukannya terus menerus, Anda dijamin akan memperoleh kebahagiaan bersama pasangan Anda. Tanpa perlu repot menghabiskan energi memikirkan diakah pasangan jiwa yang dikirim Tuhan untuk Anda. Begitu kawan..?

"Ketika kita bertemu orang yang tepat untuk dicintai
Ketika kita berada di tempat pada saat yang tepat... itulah kesempatan
Ketika kita bertemu dengan seseorang yang membuatmu tertarik, itu bukan pilihan... itu kesempatan
Bertemu dalam suatu peristiwa bukanlah pilihan
Itupun adalah kesempatan

Bila kita memutuskan untuk mencintai orang tersebut
Bahkan dengan segala kekurangannya
Itu bukan kesempatan... itu adalah pilihan
Ketika kita memilih bersama dengan seseorang walaupun apapun yang terjadi
Itu adalah pilihan
Bahkan ketika kita menyadari bahwa masih banyak orang lain yang lebih menarik, lebih pandai, lebih kaya daripada pasanganmu
Dan tetap memilih untuk mencintainya
Itulah pilihan

Perasaan cinta, simpatik, tertarik, datang bagai kesempatan pada kita
Tetapi cinta sejati yang abadi adalah pilihan
Pilihan yang kita lakukan
Berbicara tentang pasangan jiwa, ada suatu kutipan dari film yang mungkin sangat tepat :
"Nasib membawa kita bersama, tetapi tetap bergantung pada kita bagaimana membuat semuanya berhasil."

Pasangan jiwa bisa benar-benar ada
Dan bahkan sangat mungkin ada seseorang yang diciptakan hanya untukmu
Tetapi tetap berpulang padamu untuk melakukan pilihan apakah engkau ingin melakukan
sesuatu untuk mendapatkannya, atau tidak...
Kita mungkin kebetulan bertemu pasangan jiwa kita
Tetapi mencintai dan tetap bersama pasangan jiwa kita adalah pilihan yang harus kita lakukan

Kita ada di dunia bukan untuk mencari seseorang yang sempurna untuk dicintai
Tetapi untuk belajar mencintai seseorang yang tidak sempurna... dengan cara yang sempurna"

Taken from http://dudung.net - Sumber : kompas.com

Minggu, 15 November 2009

Ternyata Gak Mudah

Ternyata apa yang saya pikir mudah, malah jadi gak mudah. Ni gara2 kelas Script writingnya kak Eka Damayanti hari Jumat lalu. Abis dikasih materi buat script, kita2 malah disuruh ngedit script then ngebaca script editan itu. Teman2 sepakat nunjuk sy buat baca script opening siaran itu. Apa yang terjadi, suara saya fals abis, pronunciation gak jelas, durasinya cuma ngabisin 1 menit... Jelek bangets! Ternyata, lama gak siaran, bikin lupa segala teori "smooth n control". Dan lebih ternyata lagi, saya ngerasa bakalan susah mengubah style siaran di Radio "Umum" ke radio "Komunitas" yang punya rule and style sendiri. Tapi ada yang lebih gak mudah lagi dari itu semua.... (hard to mention). So, harus belajar dari awal lagi. Mudah2an di kelas vokal n baca crispt nanti semua akan lebih baik lagi. Karena mengingat bulan depan kita semua bakalan banyak rekaman2 lalu evaluasi. Keep Strugle, error and trial...

Sabtu, 14 November 2009

How Sincere...

Siang itu, kamis 12 November 09, saat pulang dari rumah MR, tiba2 aja motor sy ditabrak dari belakang pas mau belok, padahal udah nyalain lampus sen. Lukanya sih gak parah, tapi saya ngerasa perlu nulis ini buat mengingat betapa saya belajar banyak dari Si Bapak yang nabrak. How sincere he is. I can't believe this, but for his responsibility, I can't say anythings....

Rabu, 28 Oktober 2009

Saya cemburu…

Pernah merasa cemburu? Saya yakin, setiap orang pernah merasakannya. Dan beberapa waktu ini saya benar2 sedang cemburu. Tapi jangan diartikan saya iri, saya hanya cemburu. Perasaan manisiawi yang datang tanpa direkayasa. Saya bukan posesif. Apasih di dunia ini yang milik saya? semua hanya titipan Allah, jadi buat apa saya merasa memiliki. Tapi perasaan itu datang dan mengganggu saya akhir-akhir ini. Kemudian membuat saya bertanya keheranan, kenapa bisa?

Saya cemburu. Saya mencoba mendefinisikan perasaan ini sebaik-baiknya. Jangan sampai saya salah arti. Entahlah, apa saya boleh menyimpan perasaan seperti ini atau harus saya buang jauh2. Tapi saya rasa Tuhan juga membolehkan. Bukankah Ia juga sangat pencemburu bila ‘cinta-Nya’ di duakan? Begitupun saya… Tapi yang perlu menjadi catatan, kecemburuan saya ini bukan tanpa alasan. Juga bukan karena saya tak bisa melakukan hal serupa. Saya bisa, hanya tidak mau… malah kalau saya mau, jalannya sudah terbuka lebar di depan mata… hanya, saya tak mau menceburkan diri terlalu dalam…

Saya hanya cemburu, karena satu hal yang membuat tak ‘sreg’ untuk didengar dan di saksikan. Karena saya tak segitunya. Apa yang membuat saya cemburu? Susah saya jelaskan, ada hati yang harus saya jaga. Saya tak mau menyakiti siapapun dalam hal ini, meski hati saya miris bukan main. Saya takut….,toh selama ini saya juga tidak sebaik apa yang dipikirkan. Saya hanya merasa itu tak pantas kita lakukan selaku orang2 yang mengaku ‘nahnu du’at qobla kulli syai’in’…. Mengatakannya? Saya tidak seberani itu. Sekali lagi demi menjaga perasaan orang lain. Tapi yang pasti keadaan dan interaksi seperti itu membuat saya ‘muak’ bercampur sedih… hingga semuanya hanya menyisakan tanya, juga tangis dalam diam, Kemana hasil tarbiyah kita setiap pekan? Kemana kita yang sudah bertahun2 berada dalam lingkaran tarbiyah ini? Wallahualam bis shawab… Hanya Allah yang mengetahui apa yang kita zahirkan dan kita sembunyikan.

Rabu, 09 September 2009

Melankolis

Belakangan ini isi blog saya pada melankolis banget ya? Ceritanya, beberapa teman bilang blog saya isinya tulisan patah hati dan patah semangat gitu. Waduh, saya jadi malu nih. Saya ini paling gak PD kalo dibilang melankolis atau romantis yang dramatis. Terlalu mengada-ada rasanya. Padahal gak segitunya. Tapi, apa harus saya merombak isi blog saya hanya karena takut dibilang mellow? ;0

Melankolis, 1 kata itu begitu sensitive rasanya ditelinga saya. Karena kesan pertama yang muncul kala orang bertemu saya pasti saya dibilang melankolis, entah karena apa. Padahal, isi tes psikologi kepribadian saya menyatakan saya ini dominan koleris, dan melankolis menempati urutan ke-2. Namun bukan itu masalahnya. Hanya saja persepsi melankolis yang sepertinya salah dikalangan teman-teman saya.

Mungkin selama ini pribadi melankolis itu identik dengan cengeng, nangis, pemurung, pendiam, pesimis, pokoknya yang kurang baik.... Padahal banyak kok nilai plus pribadi melankolis seperti berpikiran mendalam, analitis, perfeksionis, sanggup mengerjakan rutinitas, detail, puitis, teratur, rapi, menyukai sastra, dan masih banyak poin positif lainnya. Loh? Tapi kok banyak juga yang salah persepsi. Kadang2 saya kesal sendiri, ngomel dalam hati dan protes juga, apa gak baca buku ’personality plus’ atau buku sejenisnya kayak ’pumping talent’ gitu?

Tulisan ini sebenarnya tak bermaksud membuat klarifikasi bahwa saya ini bukan penganut melankolis sejati. Nyatanya, saya menikmati saat-saat saya sedang mellow. Walhasil tulisan yang dibuat jadi lebih mengalir, dan lebih dapat feelnya aja. Gak perlu juga kan saya teriak-teriak ’aku bukan melankolis...’ karena toh selama ini saya merasa nyaman-nyaman aja menjadi diri sendiri. Gak perlulah stress mikirin pendapat orang lain. Hanya saja, agaknya perlu meluruskan persepsi teman-teman yang sering membuat generalisasi tentang melankolis semaunya... he he... \0_0/

Jumat, 08 Agustus 2008

Mampir Menjenguk Blog Koe

Lama gak nge-blog lagi. Ke warnet sih sering, tapi lagi-lagi harus browsing. jadilah blog ini di"telantarkan" begitu saja bak gak berpenghuni. Tugas akhir cukup berat rasanya. Musti nyari bahan, mesti lembur malam, yang pasti mesti nyari maisyah juga dunk biar lancar. Pokok ne mesti extra kuat mental dan kuat finasial. Musti jadi super women juga belakangan ini. Beginilah nasibnya "orang tua" di kampus. Dari pada nanti di bilang "penghuni Kampus" mending cepat-cepat selesaikan Tugas akhir. Oh ya bentar lagi di kampus tercinta ini ada suksesi PEMIRAMA. Agenda tahunan yang jadi "proyek" rebutan. Siapa ya yang akan menduduki kursi nomor 1 dan nomor 2 di kampus ini? whoeverlah, yang pasti yang bapak/ibu presma dan wapresma nantinya musti punya visi n misi buat menjadikan FKIP lebih baik dari kepemimpinan Didi n Anti (nama panggilan waktu kampanye, red).

"Selamat tinggal BEM ku sayang.
Rumah tempatku bernyanyi dan tertawa riang..
Tempatku belajar meniti asa...
Tempatku menumpukan segala cita-cita...
Tempatku menemukan sepotong optimisme untuk terbang
Tempatku menemukan sebait jati diri dari cerita yang hilang...
Telah kupersembahkan segala baktiku...

Selasa, 24 Juni 2008

Buat Penguruz BEM FKIP 2007-2008

BEM FKIP, In Memoriam...

Perasaan lagi nggak karuan. Ngantuk, Panas and mau muntah (ups...). Ya, begitulah suasana di siang hari. Btw, nggak tau mau nulis apa di blog ini. Pikiran lagi kacau banget. Sampai-sampai gak bisa mikir.

Oh iya, mumpung ngisi blog ini....


Blog ini tulisannya emang sengaja pake warna orange, mengingatkan bahwa FKIP dan BEM simbolnya warna orange.

I wanna say " Thank a lot" buat teman-teman seperjuangan yang berada diseluruh penjuru kota pontianak atas semua kerja keras dan cucuran keringatnya. So... moga Allah meneguhkan langkah kita untuk lebih banyak berkontribusi buat orang2 di sekitar kita.

Sejujurnya berat banget sih berspisah dari kalian semua, tapi bukankah sunnatullah bahwa kala ada yang datang pasti akan ada yang pergi. Buat bapak2 di BEM FKIP like Pak Presma; Hadidi, Pak Marhadi di PDSM, Pak Imam sang politikus sejati BEM FKIP juga bapak2 lainnya yang gak bisa disebutkan satu persatu. Tak ketinggalan buat Ibu2nya. Bu Yesi di Pos sekretaris, Bu Vita di PSDM, Bu Anita di Bendahara Kabinet, Bu Ros di Dep. Dagri, Bu Siti H di Pos Deplu, Juga beloved sister Bu Kartini di Dep. Respen. Siapa lagi ya??? Pokoknya buat mentri2 di Atas diucapkan banyak2 makasih... Maaf atas segala kehilafan ya... Oh yam baru ingat, buat adik2 panitia setiap event di BEM FKIP, Makasih juga. Maaf kalau BEm FKIP nggak pernah ngebayar semua kerja keras adik2 sekalian. Well, Udah capek ni. Pokoknya BEM FKIP gak akan ada matinya selama ada orang2 kayak kalian. Love U All

Nb: Kapan neler bareng lagi????

Kamis, 13 Desember 2007

LPJ 6 Bulan-an

LAPORAN PERTANGGUNG JAWABAN KERJA 6 BULAN PERTAMA
PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN MAHASISWA BEM FKIP UNTAN PERIODE 2007-2008
Disampaikan Pada Pleno BEM FKIP Untan (13 Desember 2007)

A. PENDAHULUAN

Assalamualaikum Wr. Wb.
Salam perjuangan !
Salam persaudaraan !
Hidup mahasiswa !
Yang terhormat, rekan-rekan Pengurus Dewan Perwakilan Mahasiswa FKIP Untan.
Yang Terhormat, rekan-rekan Keluarga Besar Mahasiswa; Perwakilan Unit Kegiatan Mahasiswa dan Himpunan Jurusan Mahasiswa FKIP Untan.
Yang kami banggakan, jajaran pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa FKIP Untan.
Salam keselamatan dari Penguasa alam semesta, yang menggenggam setiap jiwa dan tak satupun yang luput dari pengawasan-Nya. Semoga kesalamatan dan rahmat-Nya selalu bersama kita semua...
Setengah periode kepengurusan telah dilalui oleh teman-teman Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FKIP Untan. Tak terasa, setengah perjalanan juga telah ditapaki. Pahit manis perjuangan telah dirasakan bersama. Hingga pada akhirnya waktu itu pula yang menghendaki bahwa setiap ada perbuatan atau pekerjaan, maka harus dipertanggung jawabkan. Sesuai dengan amanat SU KMB, maka sudah suatu kewajiban pengurus BEM untuk menyampaikan Laporan Pertanggung jawaban kepada kawan-kawan HIMA-UKM dalam sidang Pleno ini guna mengevaluasi dan menentukan proyeksi kerja BEM FKIP ke depan. Meskipun kami sadar, kami hanya manusia biasa yang penuh kealpaan. Sehingga dalam menja
lankan roda kepemerintahan, masih sangat jauh dari kesempurnaan, masih banyak masalah-masalah kampus yang belum bisa kami selesaikan, dan kami merasa belum bisa memberikan yang terbaik bagi kawan-kawan semuanya. Kami berharap forum ini dapat memberikan kritik, saran, pendapat, dan masukan agar dengan segala kekurangan-kekurangan yang ada dapat menjadi evaluasi tersendiri bagi kami dan akan menjadi PR kerja-kerja besar priode ke 2 di kepengurusan BEM FKIP. Kami juga menyadari bahwa forum ini bukanlah satu-satunya forum pertanggungjawaban, karena di luar ini masih ada forum berikutnya yang juga menanti pertanggung jawaban yang sesungguhnya, yaitu di hadapan Tuhan Yang Maha Kuasa.

B. ARAH PROGRAM KERJA BEM FKIP UNTAN PERIODE 2007-2008
Visi BEM FKIP Untan : Menjadikan BEM FKIP Untan sebagai lembaga yang profesional dan inklusif.
Misi BEM FKIP Untan :
1. Mewujudkan harmonisasi hubungan kelembagaan antar KBM FKIP Untan.
2. Membangun kultur dan tradisi intelektual profetik/religius dalam aktifitas kemahasiswaan.
3. Mewujudkan profesionalisme pengelolaan organisasi dalam berbagai aspeknya.
4. Membangun kekuatan jaringan Internal dan eksternal kampus.
5. Memfasilitasi eksplorasi dan aktualisasi potensi mahasiswa FKIP Untan
6. Melakukan advokasi terhadap masalah-masalah kemahasiswaan.
7. Berperan aktif dalam menyikapi isu-isu terkini masyarakat.

C. RISALAH KEPENGURUSAN
Menjalankan roda pemerintahan BEM FKIP Untan, tak semudah membalik telapak tangan. Pada masa-masa awal kepengurusan, BEM FKIP telah dihadapakan pada sebuah realita sosial masyarakat yang menuntut kerja awal BEM FKIP yaitu hari pendidikan yang jatuh pada tanggal 2 Mei lalu. Maka, dengan responsif meskipun dengan anggota kabinet yang masih apa adanya, Presma dan Wapresma memutuskan untuk melaksanakan Aksi Pendidikan yang pada saat itu mengangkat isu “komersialisasi pendidikan”. Hasilnya, BEM FKIP bekerjasama dengan HIMA yang ada di FKIP berhasil mengumpulkan lebih dari 50 orang massa dan berhasil mendapatkan sorotan dari media massa.
Karena Hasil PEMIRAMA telah mengamanahkan kepemerintahan mahasiswa FKIP kepada kami. Pasca pemilihan kami segera melakukan penyusunan kepengurusan, hampir 2 minggu alhamdulillah telah tersusun kepengurusan yang kuotanya kami ambil dari representatif dari hima-hima yang telah mengajukan nama-nama kepada kami. Pemilihan kepengurusan ini dilaksanakan atas adanya hak preogratif presiden dan wakil presiden. Untuk memudahkan pelaksanaan kerja-kerja Dalam menyusun kabinet kamii membagi menjadi 7 pos Departemen yaitu:
1. Sekretaris kabinet
2. bendahara kabinet
3. departemen PSDM
4. Departemen SOSPOLAD
5. Departemen RISPEN
6. Departemen DAGRI
7. departemen DEPLU
Setelah struktur kepengurusan terbentuk, selang sehari setelah aksi memperingati Hari Pendidikan yang jatuh pada tanggal 2 Mei, pada tanggal 3 Mei kepengurusan Kabinet BEM pun dilantik oleh PD 3 yang saat itu masih dibawah kepemimpinan Bapak Edi R. Yacoub. Kemudian BEM FKIP disibukkan dengan agenda-agenda internal seperti melakukan upgrade masing-masing bidang, hingga pada akhirnya pada tanggal 27 kami melakukan up grade keseluruhan.

Pada priode awal, belum terkondisinya masalah intenal kepengurusan, proses perjalanan kepengurusan langsung berhadapan dengan 2 agen da besar yaitu yang pertama perayaan hari besar 2 Meii yang merupakan PR kepengurusan saudara Hemri Yansa yang dititipkan kepada kami. kegiatan ini tersusun kedalam rangkaian agenda Pekan Raya pendidikan (PRP).
Pelaksanana progja ini sangat menguras energi pengurus BEM pada awal-awal kepengurusan, dimana pada saat itu, BEM FKIP juga harus bergelut pada masalah Internal karena belum stabilnya kepengurusan. Agenda PRP boleh dibilang cukup berhasil dan mendapat sambutan yang luar biasa dari masyarakat kampus. Terbukti dengan cukup meriahnya tiap event yang diselenggarakan.
Pada saat bersamaan dengan agenda PRP, timbul sebuah masalah baru yang berupa kebijakan pihak fakultas berkenaan dengan masalah KKM yang dilaksanakan jauh dari kota Pontianak. Akibatnya mahasiswa dibebankan dengan sejumlah uang yang cukup memberatkan. Untuk menyikapi masalah ini Presma-Wapresma dan Departemen SospolAd beberapa kali mengadakan konsolidasi, baik dengan ketua HIMA UKM, maupun dengan pihak fakultas sendiri yang dalam hal ini unit KKM guna mendapatkan kejelasan dan transparasi dana KKM.
Meskipun pihak fakultas telah didesak oleh Mahasiswa dan BEM, namun tetap saja kebijakan tersebut tidak dapat diubah. Mau tidak mau, mahasiswa tetap melaksanakan KKM seperti yang telah ditentukan.
Setelah agenda PRP dapat kami laksanakan Selang beberapa minggu setelah itu, kemudian kami di benturkan dengan agenda AMB baik tingkat kampus maupun tingkat untan. Bersama DPM, BEM mencoba merancang format AMB yang akan dilaksanakan di FKIP Untan. UU AMB pun telah disiapkan dan di Plenokan di hadapan HIMA dan UKM, kemudian menyusul pembentukan panitia yang memilih Sdr. M. Syaiful sebagai ketua.
Pada awalnya agenda ini terbilang lancar dan tidak mendapat kendala yang berarti. Namun pada pertengahan prosesnya, agenda ini cukup membuat kami kewalahan, karena adanya kebijakan dari rektor Untan yang merubah total format AMB, sehingga kebijakan ini membuat permasalahan baru bagi AMB tingkat Fakultas yang sejatinya persiapan telah selesai kita laksanakan. AMB akhirnya dapat telaksana dengan baik meskipun berjalan dengan format seperti kebijakan Rektor. Nilai plus nya adalah panitia AMB fakultas dapat di goal kan oleh BEM berkat kerjasama dengan HIMA UKM menggantikan panitia AMB Universitas.
Pada fase-dase awal kepengurusan kami juga dibenturkan oleh permasalah kepengurusan yang sebagian besar adalah angkatan 2004 yang selain juga aktif berorganisasi juga harus menunaikan kewajiban kami sebagai mahasiswa. Hampir sebagian pengurus melaksanakan KKM di Ketapang. Akibatnya kerja departemen sedikit terbengkalai. Namun untuk mensiasati hal tersebut, PH memutuskan untuk menunjuk Penanggung Jawab Sementara di Kepengurusan.
Untuk memudahkan dalam menjalankan roda kepemerintahan kami mencoba membagi membagi priodesasi menjadi 3 priode dengan harapan untuk memudahkan dan melancarkan keja-kerja kami dilapangan. 3 bulan pertama kami mencoba berkosentrasi pada internalisasi kepengurusan dan 3 bulan berikunya fokus pada menggerakkan kerja-kerja bidang dengan menekankan kepada membangun eksistensi kelembagaan dengan membangun jaringan keluar. Sedangkan bulan-bulan berikutnya kami berkonsentrasi pada pemaksimalan agenda kerja Departemen.
Dan mengigat untuk memudahkan dalam pengontrolan dan keefektifitasan kerja maka adanya pembagian job des antara Prema dan Wapresma, dengan pembagian 2 wilayah kerja yaitu internal (PSDM dan DAGRI) dan eksternal (SOSPOLAD, RISPEN, dan DEPLU), dimana inrternal menjadi wilayah wapresma dan eksternal ditangani presma.
Ibarat mendaki sebuah gunung yang tinggi tentunya banyak rintagan dan hambatan yang dihadapi untuk mencapai puncak gunung, seperti itu pulalah dalam kepengurusan kami. Begitu banyak permasalahan yang kami hadapi pada awal-awal kepengurusan, tidak menyurutkan langkah-langkah kami untuk melakukan yang terbaik bagi kampus orange. Ini dikarenakan semangat pengorbanan kawan-kawan pengurus untuk beramal dan berkeja keras.

Bila dilihat dari banyaknya tugas-tugas yang harus kami kerjakan, waktu 6 bulan bukan waktu yang panjang untuk suatu kepengurusan, namun periode awal kepengurusan kami bila ditinjau dari target-target yang telah kami rencanakan, pelaksanaan kerja kami sudah bisa dikatakan cukup baik, walaupun boleh dikatakan melum maksimal. terbukti dengan berjalannya program kerja yang direncanakan dengan efektif.
Sesuai dengan Visi BEM FKIP, yang salah satunya menjadikan BEM FKIP sebagai lembaga pemerintahan yang inklusif mulai menjadi fokus kerja BEM. Kami berusaha membangun kekokohan internal antar KBM dengan melibatkan HIMA UKM dalam agenda-agenda konsolidasi yang membahas kebijakan-kebijakan strategis fakultas. Selain itu, kami juga berusaha untuk memperkuat silaturrahmi dengan kinjungan-kunjungan di beberapa HIMA dan UKM. Meskipun dalam kenyataanya masih banyak kendala dan miss komunikasi yang terjadi di lapangan.
Selain wilayah internal, link eksternal pun mulai terbangun. Nama BEM FKIP cukup dipandang di kalangan organisasi dan NGO luar. Sehingga jaringan yang terbentuk bisa dikatakan cukup banyak dan memberikan kontribusi positif kepada BEM FKIP khususnya. Seperti halnya jaringan dengan Borneo Tribune yang memudahkan akses isu lewat media, JARIMATIKA dengan bekerjasama dalam sebuah Training, BEM FMIPA, Sekolah Rakyat, Mibar Untan, Diknas Pendidikan, PGRI, dll.
Selain itu, BEM FKIP juga turut aktif dalam menyikapi isu-isu kemasyarakatan dengan turut berpartisipasi dalam aksi jalanan berkoalisi dengan berbagai elemen gerakan maupun aksi media dalam bentuk press reliase ke koran lokal dan wawancara di radio.
Kami menyadari gambaran singkat tentang realisasi program kerja ini belumlah sempurna, periode kedua kepengurusan kami dengan segala keterbatasan, kami akan mencoba memaksimalkan kerja-kerja untuk melaksanakan amanah yang telah diembankan kepada kami. Dalam menjalankan amanah ini hasil bukanlah menjadi tujuan akhir namun kami tidak menafikannya, karenanya kami akan berusaha lebih maksimal.
Proses untuk wujudkan hasil tersebut jangan pernah kita lupakan, mari kita mencoba menikmati proses yang ada dan menjadikannya sebagai pelajaran yang berharga untuk melakukan perbaikan FKIP kita kedepan.

D. REKOMENDASI
Untuk mencapai sebuah tujuan yang diharapkan untuk pengembangan organisasi, mutlak harus dilakukan:
1. Perbaikan manajemen organisasi sebagai sebuah proses pembelajaran dengan harapan mampu memanajerial organisasi dan mengorganisasir massa sehingga pengurus
perdepartemen dapat eksis dalam menjalankan program kerja. Hal sesuai dengan salah satu visi BEM FKIP mewujudkan BEM sebagai lembaga yang profesional.
2. Memperbaiki pola koordinasi internal kepengurusan sehingga proses transformasi kebijakan yang dikeluarkan BEM FKIP dapat diturunkan kepada seluruh pengurus BEM.
3. Perlunya memaksimalkan kekuatan baik internal KBM FKIP Untan, maupun eksternal dari mulai pihak fakultas, media massa, tokoh pendidikan, praktisi pendidikan, BEM-BEM Pendidikan, NGO dan LSM.
4. Berperan aktif dalam menyikapi isu-isu pendidikan yang di blow up, tidak hanya pada tataran kajian, konsep dan wacana namun hingga sampai ke tahap follow up dan advokasi.
5. Menghidupkan budaya-budaya ilmiah di kampus FKIP Untan.
6. Mencari sebuah formula baru dalam pengembagan kinerja BEM FKIP Untan terutama tidak mematikan segala potensi analitis, yakni berupa kajian-kajian strategis serta menambah cakupan proyeksi perbaikan yang ingin dicapai.

E. PENUTUP

Tak ada suatu keberhasilan tanpa dukungan dari segala pihak, diakhir retorika ini, atas nama Presma dan Wapresma serta pengurus BEM FKIP Untan ingin mengucapkan terimaksih untuk semua dukungan dan kerjasama seluruh elemen mahasiswa yang ada di FKIP Untan bagi BEM FKIP, baik itu DPM, dan terutama HIMA dan UKM. Mari kita pererat lagi kerjasamanya guna menyongsong perubahan yang kita cita-cita kan
Selain itu, Terimakasih bagi orang-orang belakang, samping kiri dan samping kanan yang berada di kepengurusan BEM FKIP Untan. Terimaksih untuk semua pengorbanan baik tindakan, pikiran, waktu, harta benda, keringat, hingga perasaan untuk menghidupkan BEM FKIP yang direalisasikan dalam pertemuan-pertemuan maupun pelaksanaan yang diiringi canda tawa juga kepayahan yang tak dilupakan hingga kelak kita menjadi orang-orang sukses di bangsa ini.
Demikianlah laporan pertanggung jawaban periode pertama ini kami buat dengan segala kesadaran dan pertimbangan untuk perbaikan bersama demi mengedepankan upaya keprofesionalan dalam menjalankan suatu roda organisasi. Selain itu, dalam perjalanan roda pemerintahan BEM FKIP Untan yang lalu, pasti telah melakukan kekeliruan dan kesalahan, untuk itu kami mohon maaf yang sebesar-besarnya dan sedalam-dalamnya.
Tidak ada istilah berhenti dalam bergerak dan berjuang! selama masih ada ketidak adilan, penindasan, kezoliman di bumi ini. Walaupun darah dan air mata bercucura, biarlah Tuhan dan makluknya menjadi saksi apa yang kita lakukan.



Pontianak, 13 Desember 2007
Presiden dan Wakil Presiden Mahasiswa
BEM FKIP Untan
Hadidi
Safriyanti

Sabtu, 21 Juli 2007

Penghapusan Opspek Perlu Bijak lho Pak

Siapa yang hendak dipersalahkan soal dihapuskannya Opspek? Kebijakan pak Rektor ini mengundang kontrovesi berbagai pihak. Ada yang pro dan ada pula yang kontra. Beberapa waktu lalu seorang aktivis NGO menulis bahwa Opspek memang tak layak lagi dilaksanakan karena sama saja dengan membuka akses kekerasan di kampus, seperti halnya kasus IPDN. Kemarin pun, seorang Mahasiswa dari sebuah fakultas di Untan menyatakan kontra terhadap kebijakan pak Rektor ini karena takutnya Rektor Untan hanya latah, trauma pada kasus IPDN.

Sebenarnya apa sih yang bermasalah dari Opspek hinggga harus dihapuskan? Kekerasan kah? Penjajahan intelektual kah? Tidak akademis atau apa? Kita tak hendak menyalahkan atau membenarkan siapa-siapa, karena penghapusan opspek ini perlu kajian yang lebih serius karena kalau saja Rektor Untan terpilih, Pak Khairil Efendi mengeluarkan kebijakan atas dasar pertimbangan sendiri atau senat saja itu namanya tak aspiratif. Karena itu kepada pak Rektor diharapkan dapat menampung seluruh aspirasi mahasiswa baik itu BEM, HIMA dan UKM yang ada di Untan. Karena kalau saya perhatikan tidak semua fakultas yang ada di Untan melakukan akses-aksek kekerasan melalui Opspek. Toh, seperti di FKIP dan MIPA malah lebih terkendali dan kegiatan yang dilaksanakan benar-benar pembinaan kepada mahasiswa baru. Hal ini dapat dilihat dari pola pembinaan yang terarah dan muatan-muatan materi yang diberikan.

Yang harus dipertimbangkan adalah jangan sampai ketika pejabat Untan ingin mengarahkan Opspek kepada kegiatan berbasis kependidikan dan akademis malah membuat para mahasiswa menjadi generasi yang lemah, malas berfikir, manja dan tak kreatif karena pada penyambutan mereka tak kenal dengan pembinaan mental. Akhirnya nanti Untan hanya menghasilkan generasi yang tak berdayaguna di masyarakat. Pada hal salah satu dari tri darma perguruan tinggi adalah pengabdian pada masyarakat. Akademis utamanya, namun mental tak gampang menyerah dan kreatif serta kuat juga harus dimiliki mahasiwa, mengingat kompleksitas kampus yang menuntut mahasiswa untuk lebih bermental ”pejuang”. Sekali lagi kepada pak Rektor Untan terpilih diharapkan lebih bijak mempertimbangkan dan mengambil keputusan mengenai Opspek ini.

Safriyanti, Wakil Presiden Mahasiswa BEM FKIP Untan
bro_iyan@yahoo.com

::dipublikasikan kembali dari kolom surat pembaca Pontianak Post

Senin, 07 Mei 2007

BEM FKIP Untan Gelar PRP

Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan yang jatuh pada tanggal 2 Mei lalu, BEM FKIP Untan sebagai BEM Pendidikan menggelar sebuah kegiatan yang diberi nama Pekan Raya Pendidikan atau disingkat PRP. Kegiatan ini merupakan salah satu terobosan yang diinisiasi kepegurusan BEM FKIP periode 2006-2007 yang diketuai oleh sdr. Hemri Yansa. Kemudian dikarenakan pergantian masa kepengurusan maka dilanjutkan oleh kepengurusan Sdr. Hadidi. Acara ini berlangsung dari tanggal 5-26 Mei 2007 yang rencananya ditutup pada tanggal 29 Mei sekaligus pembagian hadiah bagi para pemenang. Bentuk dari kegiatan ini adalah rangkaian lomba yang terdiri dari lomba baca puisi, lomba kebersihan sekre HIMA, lomba bola mini, lomba karikatur pendidikan, lomba Foto pendidikan, pemilihan prince dan princess of education, dan debat konsep pendidikan. Adapun tema besar dari kegiatan ini adalah “Tingkatkan Pergerakan pendidikan Dalam menciptakan Generasi Yang Bermartabat.”
Acara ini diharapkan dapat membuka wacana befikir masyarakat kampus FKIP akan dinamika dan kondisi yang sedang terjadi pada dunia pendidikan kita saat ini. Sekaligus sebagai moment untuk merekatkan hubungan silaturrahim antar HIMA dan UKM yang ada di FKIP Untan karena peserta yang mengikuti kegitan ini merupakan utusan HIMA dan UKM yang ada dilingkungan FKIp Untan.
Dedi Irwan, sebagai ketua juga mengungkapkan bahwa PRP ini tak hanya moment untuk menemukan bakat-bakat yang ada, namun diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam mendukung agenda perbaikan pada sistem pendidikan kita. Seperti salah satu agendanya yaitu debat konsep pendidikan. Pada acara ini peserta lomba diberikan kurang lebih 15 tema yang harus diperdebatkan soal kontraversi kebijakan dan sistem yang dibuat pemerintah mengenai pendidikan kita.
Hadidi, Ketua BEM terpilih periode 2007-2008 mengungkapkan BEM FKIP Untan sangat antusias dalam mensukseskan agenda PRP ini. Agenda ini sangat bagus untuk membangun citra Bem kedepan. Karena sesuai dengan motto BEM FKIP 2007-2007 menjadikan BEM sebagai lembaga yang inklusif dan revolusioner juga sesuai dengan jargonnya yaitu BEM FKIP merupakan centernya pendidikan.
Diharapkan semua pihak dapat mendukung dan mensukseskan agenda besar ini. Kami juga mengucapkan terimakasih kepada panitia atas kerja keras dalam mensukseskan kegiatan ini, serta pihak-pihak lain yng juga turut membantu.

Dipublikasikan dari kolom Halo Public Ap Poat